Showing posts with label Pandangan. Show all posts
Showing posts with label Pandangan. Show all posts

Monday, July 24, 2017

#20 Depression

With all the news of the main voice of Linkin Park, Chester Bennington committed suicide, people started to realize the danger of mental illness such as depression. You see, lots of people had already became the victims of depression it is just the matter of people taking it seriously or not.

"It is just sadness. It will go away", "Stop over reacting", "Oh man! Why you are so weak?" and something along those lines are all what most of the people say without knowing the effects of those words have to the persons they said to. It's not simple. Mental illness such as depression is not just a normal sadness, it is way more than that and only people with the illness know how it actually feels. So please stop with the negative comments. Try to understand them rather than just pitying or worse condemning them.

How do we know what they feel if they don't want to tell us? First, we have to admit, it is hard for them to tell what are they feeling because sometimes they themselves do not really understand what they feel. Second, it will become harder with all negatives comments people are throwing towards them. However, there are numbers of people who already share how they feel or the explanations from psychiatrists on how these people feel and the symptoms of depression and many other.

I did a lot of talking and research about depression just to know how they actually feel and what are there in their minds. So what you will feel when you have a depression. What actually depression is and what are the effects of it.

Depression creeps upon you quietly.
At the very beginning you struggle with the little things, but usually choose to ignore them. It's like a headache. You'll tell yourself it's temporary and it'll pass. It's just another bad day. 
But it's not. 
You're stuck in this state of mind. 
You... get used to putting on a social mask and you continue to live among other people, because that's what you have to do. That's what others do.
However, the problem does not go away.
You struggle to put on a play every day and it starts to cost you more and more.
That is why you fall even deeper and that's when you slowly start to back away from friends and family, sometimes completely shutting them out.
All satisfaction is gone. The little things that used to bring you joy are now worthless. Even the simplest tasks become painful.That is why you lack motivation.
Now... why would you keep on trying if nothing makes you happy anyway.
All of this makes you feel even worse and you get caught up in a vicious circle.
Suddenly you find yourself living in slow motion. Days become indistinguishable... Just white noise, just... heaviness, filling your mind and spilling over your body.
You feel as though you'll never be happy again.
You continue to back away and destroy relationships.
You're ashamed for everything you've done and everything you haven't.
There is a part of you that wants to make things right. A sudden positive upsurge makes you want to go out and meet people but...
it's all very short-lived because you know it won't work anyway.
Things that make your friends excited leave you indifferent and you become aware of the huge gap that lies between you.
Another failure is not an option, so in the end you choose to be alone in your comfort zone where no one asks any questions.
The low self esteem and the lack of purpose become unbearable.
You finally realize you can't go on that way and two things can happen: you either decide to get some help, or you... might attempt a suicide.

You feel as though you'll never be happy again.

At least those are the little things that they feel or you will feel when you have depression and I have a strong opinion that if you have a depression, seek professional helps. Time and time again I see it really helps. For those who live with them please understand that it is not a normal sadness and I might write a post on how you can live with depression people. For those who suffer with depression, stay strong, seek help and know that you are not alone.

Tuesday, June 27, 2017

#19 Hakikat Kami, Pendosa

Assalamualaikum

Macam biasa, musim exam ni la nak buat entry dan segala macam lagi yang jauh dari study. Sejujurnya, susah untuk aku bagi tumpuan dekat study. Entah kenapa. Mungkin separa hati dah mula menyerah, atau mungkin dosa yang terlalu banyak dihati? Perlu muhasabah diri.

Berbincang tentang dosa, selalu aku terbaca atau terdengar akan cemuhan kepada si pembuat dosa. Terkadang dosa tu tak da lah teruk sangat, atau mungkin dia tak sengaja, terbuat tapi terus diviralkan dan diceritakan kat semua kenalan sampai si pembuat dosa ni malu tak tahu nak letak mana muka. Ada yang terkadang sampai jadi 'ignorant' sebab terlalu banyak di cemuh bila tersalah ataupun di ungkit semula dosa lama yang cuba diubah. Pelik kan? Kita sedang cuba berdakwah atau memusnah?

Tahukah kalian hakikat kami pendosa? Aku percaya, ramai diantara kami pendosa yang sedang cuba untuk berubah, sedaya upaya. Tapi ketahuilah, berubah tu bukan mudah. "Habis tu kena cemuh sikit dah berenti cuba? Berubah memang lah tak senang". Cemuhan tu aku rasa sangatlah berbahaya sebenarnya. Sebab nak berubah bukan mudah. Sesekali, sekuat mana pun kita cuba elak dari melakukan dosa, pasti kita akan terbuat balik. Sebab bukan senang nak berubah sepenuhnya.

Mesti kita pernah tengok video-video orang berubah kan? Pernah tak terfikir berapa lama untuk dia tinggal dosa yang dia buat? Merokok, bersosial, pornografi dan dadah contohnya. Masa yang diambil untuk tinggalkan secara total tu boleh cecah berpuluh tahun bahkan ada yang sepanjang hayat dia cuba tapi belum mampu. Jadi adakah orang macam ni neraka tempatnya? Sudah tentu tak sebab Allah menilai usaha yang dia lakukan. Yang boleh berubah tu Alhamdulillah. Tapi ingat, tu baru satu. Ada yang dari jahil yang banyaknya dosa besar yang dia nak kena tinggal dan pasti lebih susah.

Jadi kenapa perlu maki, kutuk, viralkan si pendosa sedangkan yang perlu dibenci tu adalah dosa tu bukan si pelaku. Cubalah beri sokongan untuk dia berubah, insyaAllah pasti lebih membantu. Pahala pun dapat. Kalau rasa tak mampu pun, doa senyap-senyap pun lebih baik dari share viral tah apa-apa tu. Marilah kita sama-sama berubah.

Itu sajalah kali ni, terlintas benda ni sebab terlalu banyak kat Facebook (*tak boleh nak tumpu study baca fb lul). Doakan kejayaan aku peperiksaan nanti. Tak lambat lagi kot, Selamat Hari Raya, Maaf Zahir Batin.


Monday, January 9, 2017

#18 Mempersoalkan Tuhan

Assalamualaikum wbt.

Balik ja dari tempat praktikal tadi terlintas post blog seorang sahabat ni tentang satu topik ataupun satu persoalan yang terasa sangat dekat sekali dengan diri.

Have you ever questioned HIS decisions?

To be honest, I had been living my past teenage life (assuming I'm still a teenager :p) full of questions to Him, Allah. Not that I did't satisfied of what I got but rather of what I expected that I would get.

Jadi sepanjang hidup aku, terasa sangat tak puas hati akan apa yang jadi kat aku. Terkadang terasa terlalu banyak dugaan datang pada satu masa. Dari pada masalah family, kawan-kawan, belajar, cinta sampailah ke masalah material/duit. Rasa sesak kadang-kadang tu.

Pernah satu ketika, aku hampir redha, aku hampir berpuas hati dengan semua benda yang aku ada tapi.... Sini lah salah aku, aku mintak satu ja ketika tu tapi serta merta Allah kata NO dan aku kembali mempersoalkan Tuhan. Susah sangat kah nak bagi aku satu benda ja pun? Aku yakin aku kan berubah lepas tu. Aku yakin aku mampu terima semua yang berlaku. Aku yakin...

Sayangnya, satu ja aku terlupa untuk yakin waktu tu. "Keputusan Allah lebih baik". 


Settle tak lagi bab ni?

Alhamdulillah dalam perjalanan menyelesaikan isu hati ni walaupun terkadang masih tersungkur.

Macam mana boleh sedar?

Syukur diberi hidayah pada satu cuti. Aku balik Malaysia dengan keadaan yang penuh tak puas hati, terasa kalau kena tegur sikit terus meletup. Tapi Alhamdulillah diberi kesabaran dan kekuatan untuk bertahan dan juga ketenangan untuk befikir semula.

Satu perkara yang aku rasa aku perlu buang pada ketika ni adalah expectation aku terhadap dunia. Sebab kita kadang-kadang terasa yang dunia ini perlu sempurna tapi andai kata dunia ini sempurna, apa lah kita nak panggil dunia kita selepas kematian nanti?

Kita terkadang terlalu memandang perkara yang kita rasa buruk sampai terlupa tengok benda yang kita ada/dapat. Cuba lah kita lihat sekeliling kita, nikmat Allah itu sangat lah banyak. Kalau nak di listkan, sampai ke hujung hayat pun belum habis. Bersyukurlah.

Percayalah kita bahawa keputusan Allah itu adalah yang terbaik samada kita rasa benda tu baik ataupun buruk untuk kita, benda tu masih terbaik untuk kita.


"... But it is possible that you dislike a thing which is good for you, and that  you love a thing which is bad for you. But Allah knows, and you know not." Quran, 2:216




Sunday, January 1, 2017

#17 Azam Tahun Baru?

1 Januari 2017.

Maka bermula lah tahun baru dalam tahun masihi. Jadi banyaklah perkara yang kita boleh tengok kat social media macam "Page 1/365", "Permulaan Baru", "Azam tahun 2017" dan sebagainya. Apa-apa pun yang ditulis menyatakan hari pertama atau bermulanya tahun baru. Jadi banyak lah orang buat list azam baru untuk tahun ini ataupun mengambil azam tahun 2016 kerana masih tidak tercapai. Jadi apa azam tahun baru aku?

Ramai(sorang dua ja sebenarnya) yang tanya apakah azam baru aku. Jujur sekali aku tak pasti samada aku pernah ada azam tahun baru atau tidak sepanjang hidup aku. Mungkin aku rasa dengan meletakkan azam seperti meletakkan pressure kepada diri sendiri. Atau mungkin sebab aku banyak berazam di maal hijrah.

Tapi.. bila difikirkan balik, mungkin lebih baik ada azam dari tak dak sebab itu adalah satu drive untuk kita lebih berusaha, lebih serius dalam mengejar sesuatu. Mungkin. Ianya hanya satu pendapat dari diri yang naif.

Jadi mari kita cuba letakkan azam tahun baru tahun ni.

Azam 2017
- Lebih positif dalam kehidupan
- Lebih matang
- Menjadi manusia/hamba Allah yang lebih baik keseluruhannya
- Lebih berjimat dalam berbelanja (Makan tak termasuk :p) 
- Lebih bermotivasi dalam melakukan pekerjaan/belajar
- Lebih ikhlas dalam menuntut ilmu

Jadi ada sorang sahabat ni suggest "cari awek aka bakal zaujah". Maka ketawalah kita masing-masing. Jauh lagi perjalanan. Belajar belum habis, duit pun belum ada dan yang paling penting, diri pun belum cukup baik. *Alasan biasa tapi benar. Jadi sebab itulah azam kita menjadi lebih baik. InsyaAllah. 

Orang kata kalau nak azam tu terlaksana kena bagi tahu orang lain baru depa boleh peringat tapi siapa ja lah yang baca blog aku pun. Mungkin boleh post kat Facebook. 

Jadi, selamat tahun baru kepada semua orang. Moga tahun 2017 ini lebih baik keseluruhannya. 

Mari menapak ke tempat yang lebih tinggi. 

Friday, November 4, 2016

#15 Pandangan : Mental Illness

Terdetik hari ini untuk menulis pandangan tentang isu penyakit mental atau lebih dikenali dengan panggilan inggerisnya, mental illness. Tertarik untuk memberi pandangan selepas melihat bertapa manusia atau lebih spesifik rakyat Malaysia *sebab orang Malaysia betul-betul mengambil ringan atau memandang remeh isu ni.

Jadi apakah itu mental illness? Gilakah? Sawan?

Ramai yang salah faham bila kita sebut mental illness sebab tidak di beri pencerahan akan apakah itu sebenarnya mental illness. Sebenarnya mental illness boleh pecahkan kepada banyak cabang kecilnya dan kebanyakan yang orang terlepas pandang adalah depression dan anxiety.

Depression adalah penyakit bila kita sebut di hadapan ramai orang, mereka tak kan ambil kisah ataupun mengklasifikasikan perkara ini sebagai benda kecil. Nasihat seperti "Be positive", "Kita hidup bertuhan" dan sebagainya yang sewaktu dengannya sebenarnya bukanlah tak memberikan kesan tetapi jika tidak diletakkan empati kedalamnya susah untuk membantu. *boleh google empati kalau tak tahu maksud.

Depression ni lebih teruk dari apa yang ramai orang sangkakan dan buktinya berapa ramai orang yang bunuh diri kerananya. Ini membuktikan perkara ini bukan boleh dipandang ringan kerana ia sudah meragut terlalu banyak nyawa dan bunuh diri ini berlaku setiap hari. Jadi cukuplah memandang ringan perkara ini.

Apa yang orang depression rasa?

Mungkin susah nak terang bab ni kalau kita tak melaluinya sendiri. Jadi kalau sesiapa terbaca blog ini nak berkongsi boleh lah komen. Kalau ada yang baca lah. Dari research yang dibuat, depression ni membuatkan seseorang itu hilang semangat untuk hidup, tiada motivasi, susah bergaul, penuh dengan negativity dan banyak lagi sehingga akal mereka akan rasa bunuh diri itu satu penyelesaian dan penamat bagi sengsara yang mereka lalui. Bahaya bukan?

Mungkin apa yang mereka rasa... 


Apa kita boleh buat?

Untuk membantu mungkin perkara pertama adalah memahami orang ini dan cuba bantu seboleh mungkin. Kalau nampak dah severe/kritikal sangat, bolehlah ajak mereka jumpa pakar sebab boleh jadi orang macam ni, mereka sendiri tak perasan yang mereka ada penyakit ni. Jangan sekali memperlekeh apa yang mereka lalui atau jatuhkan mereka. Mungkin anda akan menjadi punca mereka bunuh diri.




Wednesday, July 15, 2015

#12 Result : Syukur

Result semester 3 dah pun keluar. Alhamdulillah masih diberi Allah peluang untuk sambung belajar dan buat yang lebih baik. Pada mulanya sedikit kecewa dengan keputusan yang ada, aku yakin aku mampu buat lebih baik. Tapi, syukurlah. Buat yang lebih baik di masa akan datang.

"Kegagalan sekarang adalah kejayaan yang tertangguh"

Aku terkadang sedih bila fikir adakah aku cukup bersyukur. Banyak nikmat yang telah aku dapat tapi masih tak buat yang terbaik. Masih terkadang lupa diri.

Rakan ku bercerita bagaimana susah dia menjaga perasaannya sekarang. Katanya susah, sampai terkadang tepaksa tutup semua media untuk tidak menerima sebarang berita. Aku doakan dia berjaya dan di kurniakan Allah ganjaran setimpal dengan apa yang di usahakan.

Aku tak nak kata aku faham. Cukuplah aku dengar walaupun dua ayat rungutannya. Asalkan terhilang beban, Kalau tak banyak, sedikit. Aku disini sahabat.

Aku hairan, ada orang yang sangat berusaha untuk dapatkan apa yang dihajati sehingga berdarah hati berulang kali, tapi masih tak dapat, Dan ada yang sudah dapat tapi kemana jagaannya? syukurnya?

Allah sudah atur segalanya. Mungkin itu yang terbaik buat kita.

Sungguh, aturan Allah itu sungguh indah.

Ramadhan bakal pergi tak lama lagi. Berjayakah kita dalam madrasah tahun ini atau masih sama?

Aku? Itu tanda tanya.

Thursday, February 5, 2015

#7 Kenapa sekarang?

Baru pulang dari negeri tengah. Seronok dapat jumpa dan berbual dengan pensyarah-pensyarah kolej aku dulu. Mereka tak berubah. Seronok mungkin anak didik mereka ingat untuk melawat.

Sempat bersembang panjang dengan pensyarah bahasa inggeris ku. Lalu di luahkan rasa kesalnya akan pelajar sekarang. Terlalu bersosial, bercampur. Ikhtilat tak berjaga.

Sebenarnya isu itu bukanlah tak normal. Normal bagi kalangan anak muda sekarang. Sehingga menjadi normalisasi yang tidak baik. Mungkin mereka selesa tetapi ia tidak elak dari dosa.

"Eh! kenapa sekarang baru kau sebut pasal ikhtilat ni? Dulu rileks ja." Dushhh, tertembak dikepala.

Mungkin dulu aku tahu tapi aku abaikan. Tapi , "Ignorance is a temporary bliss" kata seseorang. Memang dulu kita seronok boleh bergaul. Bercampur. Tapi percayalah, jauh kehadapan nanti banyak buruknya. Aku tahu, aku lalu, aku belajar, the harsh way.

Mungkin terlalu panjang untuk di hurai isu ini. Sini link ke satu artikel berkenaan ikhtilat http://www.tarbiahsentap.com/2014/10/soal-jawab-ikhtilat-tunang.html

Sungguh aku pun perlu perbaiki, aku tak tersedia baik seperti abang-abang ku, ahli keluarga ku, atau mana-mana orang di luar sana. Aku sedang mencuba. Moga di kuatkan.

___

Selamat Hari Lahir kepada abang-abang dan ayah ku.  Seronok hari lahir dekat-dekat, boleh sambut satu keluarga. Alhamdulillah, penuh rumah. Pasti akan ku rindu saat ini nanti.

Moga kalian terus istiqamah dalam beribadah dan dakwah. Moga di permudahkan segala urusan dan di kuatkan iman. Moga Abah terus berdedikasi dalam membentuk anak-anak dan keluarga. Kepada abang-abangku yang bakal bergelar bapa tak lama lagi, tahniah. Moga menjadi pemimpin keluarga yang baik, sentiasa dalam rahmat Allah.

Thank you Allah for  the beautiful I have.

Semakin bertambah usia, semakin beriman. InsyaAllah. :)

___

Ujian Allah pasti tiba. Laluilah dengan tabah. Bergantunglah kepadaNYA, InsyaAllah ada jalan penyelesaian nya.

Terkadang ujian datang tidak di duga kerana kita tidak melihat kepadanya.

Sunday, January 11, 2015

#1 Eh!!

Eh, kenapa baru post yang pertama? Ke mana beratus-ratus posts sebelum ni? Pasti soalan ni akan ditanya.

Mungkin aku terasa untuk mula sesuatu dari kosong. Sebab? Aku rasa terlalu banyak perkara yang kurang baik di tulis dalam pos-pos sebelum ini. Jadi aku buat keputusan untuk tutup dan mula baru.

Kenapa delete semua? Rugi lah. Sebenarnya pos-pos itu masih ada. Blog itu ditukar url dan dikunci. Sebagai rujukan aku suatu hari nanti.

___

Dalam aku menulis pos ini, penuh berita-berita di media-media sosial tentang viral "Anak melayu dan Kpop" dan sewaktu dengan nya. Sampai tak sanggup lagi aku bukak mana-mana media sosial.

Terkesan, terasa...

Di dalam kecewa aku fikir, perkara sudah pun berlaku. Mungkin silap mereka tidak berfikir panjang. Bukankah kita juga begitu? Ada kalanya kita tersilap. Cuma bezanya Allah tutup aib kita. Pada mereka, ini mungkin satu pengajaran.

Walaupun membuka aib itu boleh atas sebab-sebab tertentu tetapi biarlah tepat pada syaratnya. Jangan kerana perasaan yang ingin menghentam sahaja.

Bersyukurlah aib mu ditutup. :)

Jadi kita sebagai orang yang seagama, tidak patut kita terus sebarkan perkara ini. Ada yang sambil memaki, mencaci, menghina. Yang lebih hebat lagi menghukum.

Jangan terus dikata mereka ahli neraka. Kita bukan tuhan. Mungkin mereka akan bertaubat dan menjadi orang yang lebih baik dari kita.

Bodoh? Kasarnya perkataan. Tetapi jangan kita lupa, kebodohan hari ini boleh menjadi kecerdikan selamanya.

Aku bukan hendak berkata kepada sesiapa yang menegur. Aku hormat kepada mereka yang memberi teguran beserta dalil-dalil dan hujah-hujah yang hebat. Tajam. Sentap. Itu cara mereka. Aku sangat bersetuju kiranya dikata golongan seperti mereka harus wujud. Ya. Perlu ada.

Tetapi, jangan semua kita begitu. Ada lagi cara lain yang boleh kita guna. Pelbagaikan cara. Kita tak tahu, mungkin cara kita lebih berkesan kepada mereka. Satu pendapat sendiri.

Pasti ada sebab atas setiap sesuatu yang berlaku. :)

___

Kepada pemuda, kita mahal. Mahalkan diri kita.